Di antara tebu-tebu yang meninggi
Pokcik berdiri sebagai manusia kecil
yang menumpang harap pada tanah.
Pokcik berdiri sebagai manusia kecil
yang menumpang harap pada tanah.
Daun-daun yang gugur
bukan kesedihan
tetapi perjalanan usia
menuju manis yang tersembunyi di batang.
Tanah ini menerima peluh Pokcik
tanpa bertanya
tentang panas
atau hujan yang singgah.
Dan Pokcik belajar
hidup bukan tentang cepat dituai,
tetapi tentang setia menguatkan batang
hingga tiba waktunya dipotong dengan reda.
Jika suatu hari
manis itu mengalir saat diperah,
Pokcik tahu
ia lahir daripada sabar
yang diam-diam menebal dalam diri. 🌾
Pokcik tahu
ia lahir daripada sabar
yang diam-diam menebal dalam diri. 🌾

Ulasan